Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-tab-view-di-blog.html#ixzz2EU7pdnWj
Diberdayakan oleh Blogger.

” Mengapa Mereka Ragukan Keindahan Islam? “


Kategori: Majalah AsySyariah Edisi 083
 
Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc.

Islam seluruhnya indah. Akidahnya adalah akidah yang paling benar, paling lurus, dan menyucikan jiwa. Adab adab yang diajarkannya paling terpuji. Demikian pula amalan-amalan dan  hukum-hukumnya adalah amalan dan hukum yang paling baik dan paling adil. Islam adalah agama kebahagiaan, ketenteraman, serta kemenangan di dunia dan akhirat.
Islam tidak membiarkan manusia dalam kesendiriannya, atau bersama keluarga, sanak saudara, tetangga, atau bersama saudara-saudara seagamanya, bahkan bersama manusia lainnya, tetapi Islam mengajarkan adab-adabnya secara rinci, serta menunjukkan cara-cara bergaul yang membuat kehidupannya damai dan penuh kebahagiaan.
Ketika seseorang mau menatap dan mentadabburi mahasin (keindahan) Islam, sungguh Allah Subhanahuwata’ala akan meresapkan keimanan dan kelezatan iman ke dalam kalbunya. Allah Subhanahuwata’ala berfirman,
وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, menjadikan iman itu indah dalam kalbumu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (al-Hujurat: 7)

Permata Salaf ” Dunia Akan Berlalu Akherat Akan Menyongsong “

Kategori: Majalah AsySyariah Edisi 083
 
Umar bin Abdul Aziz t berkata dalam salah satu khutbahnya,
“Sesungguhnya, dunia bukanlah negeri keabadian kalian. Allah Subhanahuwata’ala telah menetapkan kefanaannya. Dia l juga menetapkan bahwa penghuninya akan meninggalkannya. Betapa banyak tempat yang makmur dan dicatat oleh sejarah, hancur dalam waktu sekejap. Betapa banyak orang yang tinggal dalam keadaan senang, tiba-tiba harus beranjak pergi. Karena itu, siapkanlah sarana terbaik yang ada pada kalian sekarang—semoga Allah Subhanahuwata’alamerahmati kalian—untuk menempuh perjalanan (kelak). Siapkanlah bekal, dan bekal terbaik adalah takwa.”
Sebagian ahli hikmah mengatakan, “Aku heran terhadap manusia yang akan ditinggalkan oleh dunia dan akan disongsong oleh akhirat—, ia justru sibuk dengan hal yang akan meninggalkannya dan lalai dari sesuatu yang akan menyongsongnya.”

(Jami’ul ‘Ulum wal Hikam hlm. 516)

  © Blogger templates addiinradio by Ourblogtemplates.com 2008

Kembali ke Atas