Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-tab-view-di-blog.html#ixzz2EU7pdnWj
adDiinRadioAhlussunnah. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 18 Juni 2013

Sebelum Mereka Berdua Tiada

Sebelum mereka berdua tiada itu kalimat yang aku menyukai untuk mengawali nasehat ini, nasihat untuk diriku dan saudara-saudaraku. Wahai saudaraku, sebelum kedua orang tua kita tiada, marilah kita berbuat baik kepada orang tua, kita sayangi mereka berdua sebagaimana mereka menyayangi dan merawat kita ketika kecil, ibu yang melahirkan kita, bapak yang berkorban untuk kita, tetesan keringat dan air mata serta rasa lelah dan pengorbanan yang besar tidak mereka perdulikan demi kebaikkan kita.
Kalau kita merasa lelah wahai saudaraku, atau merasa berat untuk berbakti kepada kedua orang tuamu ingatlah ibu dan bapak kita tidak merasa berat dan lelah untuk menyayangi dan mengurus kita, kalau kita merasa berat untuk mengeluarkan harta untuk kedua orang tua kita, ingatlah bapak dan ibu kita tidak pernah berat dan perhitungan untuk mengeluarkan hartanya demi kebahagian dan kebaikkan kita.

Sabtu, 15 Juni 2013

Manhaji ” Shalat Berjamaah Menuai Banyak Keutamaan “


Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafrudin

Suatu hari, seorang lelaki buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kata lelaki buta itu, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seorang penuntun guna pergi ke masjid.” Pernyataannya ini disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam demi memohon keringanan untuk tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid. Saat itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun memberi keringanan kepada lelaki buta itu untuk shalat di rumahnya. Namun, saat lelaki buta itu berbalik, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu bertanya, “Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat (azan)?” Jawab lelaki buta itu, “Ya, saya mendengarnya.” “Kalau begitu, penuhilah seruan tersebut!” kata beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR . Muslim, no. 255)

Jumat, 14 Juni 2013

Agama Bukan Perasaan


candle 
 

Jika kita menelisik kehidupan beragama dari kaum muslimin di Indonesia, atau negeri lainnya, maka kita akan banyak menemukan bukti dan fenomena yang menguatkan bahwa kehidupan beragama kita masih sebatas perasaan. Padahal agama bukanlah perasaan, hawa nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk datang dari langit sana. 

Cinta Sebatas Pengakuan


Oleh: Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah –hafizhahullah

Cinta adalah sebuah kata yang manis di mulut. 
Setiap orang pasti memilikinya dan pernah merasakannya, sebab ia adalah tabiat yang terpatri dalam sanubari setiap insan yang normal.
Jika anda berbicara tentang cinta, maka ia laksana lautan yang tak bertepi, ataukah padang pasir yang amat luas. Karenanya, manusia telah berbicara tentang “cinta” sejak zaman Bapak kita yang pertama, Adam –alaihis salam.
Cinta adalah penggerak bagi segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
Cinta adalah sesuatu yang tak bisa dipandang secara kasatmata, namun pengaruhnya tak mungkin dipungkiri.
Banyak orang yang mengaku memiliki cinta dalam hati, tapi hakikatnya ia tak memilikinya.

Ulama yang Menyamar sebagai Pengemis

Imam Baqi bin Mikhlad Nama beliau. Beliau dari negeri yang sangat jauh yaitu Andalusia sekarang bernama Spanyol. Dengarkan kisah suka dan dukanya dalam mengambil Ilmu kepada Imam Ahmad di Bagdad (Irak) selamat menyimak.

Beliau bercerita : Saya berangkat dengan berjalan kaki dari Andalusia menuju ke Baqdad untuk bertemu dengan Imam Ahmad untuk mengambil hadits dari beliau. Ketika saya mendekati Baqdad saya mendapati informasi tentang ujian yang menimpa Imam Ahmad sayapun menyadari bahwa Imam Ahmad dilarang untuk mengajar dan mengumpulkan manusia untuk mengajar mereka. Hal inipun membuat saya sedih berkepanjangan karena saya datang dari negeri yang sangat jauh dengan berjalan kaki tapi Imam Ahmad dilarang untuk mengajar.

Minggu, 09 Juni 2013

Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Jantung


Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan Jantung

 – Kami yakin, sebagian besar dari Sobat gowes sudah banyak yang tau soal manfaat bersepeda bagi kesehatan. Sudah banyak diulas di berbagai media, kami pun secara berulang menekankan efek positif bersepeda bagi kesehatan tubuh melalui situs ini.
Bersepeda merupakan bagian latihan kardiovaskular yang dikenal rendah resiko dibanding lari misalnya. Tidak hanya membakar kalori dalam tubuh kita, penelitian yang dilansir dalam majalah bersepeda ‘ridebike’ menyebutkan bahwa sebuah hasil penelitian dari british Medical Association menyatakan bahwa dengan bersepeda dengan jarak tempuh 35 kilometer dalam kurun waktu satu minggu dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 50%.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari aktivitas bersepeda ini, khususnya bagi kesehatan jantung, ada beberapa hal yang perlu kita jalani. Apa saja? misalnya pemilihan trek, kondisi dan aktivitas fisik sebelum dan setelah gowes, cadence/kecepatan optimum gowes.

Jumat, 07 Juni 2013

Cara Memasak Mie Instant Yang Baik dan Benar

Telah dibaca :88
Ada kalanya mungkin Anda pingin sekali makan mie instant yang berkuah. Ya, kalau sesekali sih tidak apa-apa, tapi kalau setiap hari ya sebaiknya jangan.
Selama ini kalau Anda memasak mie instant yang berkuah bagaimana caranya ? Mungkin umumnya dengan cara mengisi air ke dalam panci, memasukkan mienya, lalu menyalakan kompornya. Setelah mendidih baru ditaburkan bumbunya, diangkat, taruh ke dalam mangkok. Betul demikian ?
Atau dengan cara memasak air sampai mendidih di panci, lalu memasukkan mienya, campur dengan bumbu, lalu ditaruh di mangkok beserta airnya.

  © Blogger templates addiinradio by Ourblogtemplates.com 2008

Kembali ke Atas